Selalu Sehat Dengan Refleksi Kaki

Pijat Refleksi adalah hal yang paling menyenangkan untuk mengembalikan kebugaran tubuhmu. Namun, sebelum mulai pijat, kamu harus tahu dulu apa dan bagaimana pijat itu. Jangan lupa juga untuk menghadirkan suasana pijat yang tepat. Penasaran?


Mungkin lebih banyak orang yang suka dipijat daripada tidak. Bagi yang suka, dipijat setiap minggu di tempat yang bersih dan nyaman benar-benar membuat rileks. Ada yang suka dengan teknik urut menggunakan massage oil, ada pula yang suka pijat “enak” alias tidak terlalu sakit. Di lain pihak, banyak pula yang tidak suka dipijat karena geli atau tidak tahan sakit.

Pijat adalah terapi pencegahan & pengobatan penyakit dari yang ringan hingga berat yang dilakukan dengan cara alami dan tidak ada efek samping. Dengan catatan jika terapis pijatnya profesional, memiliki pengetahuan tentang pijat dan berpengalaman.

Bagi pemula dan masih belajar dibidang pijat hendaknya jika melakukan pijat di lakukan dengan tekanan yang ringan hingga sedang sehingga tidak ada efek samping. Dan sebaiknya dilengkapi dengan pengetahuan titik-titik pijat supaya menghindari hal-hal yang diinginkan.

Orang yang rutin melakukan pijatan biasanya menginginkan teknik pijatan harus benar-benar menyentuh otot yang meregang akibat terlalu letih bekerja. Misalnya, berkonsentrasi pada pundak, leher, atau kaki. Rasa sakit yang ditimbulkan rasanya menjadi pertanda bahwa otot-otot yang semula tumpang-tindih menjadi teratur sesuai jalurnya kembali. Ketika keluar dari tempat pijat, tubuh terasa ringan.

Namun keesokan hari, biasanya Anda justru baru merasakan efek dari pijatan ekstra keras sehari sebelumnya. Bagian tubuh yang dipijat terasa babak-belur. Batang kayu yang semula seperti dipasang di pundak memang telah hilang, sebagai gantinya Anda merasa seperti baru dipukuli preman.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, mengapa sehabis dipijat tubuh malah terasa sakit?

Intensitas. Beberapa jenis pemijatan dapat disamakan dengan berolahraga. Misalnya pemijatan otot dan shiatsu. Pijatan sering melibatkan manipulasi otot secara ekstensif yang lalu diterjemahkan sebagai rasa sakit, karena tubuh tidak terbiasa terhadap manipulasi ini. Thai Massage adalah contoh lain pemijatan yang melibatkan pelenturan dan peregangan otot. Jika Anda mengalami ketegangan otot, maka Anda juga akan merasa sakit usai dipijat.

Detox. Sebagian teknik pijat yang lain bersifat melepaskan racun dari otot. Hal ini pun akan mengakibatkan kesakitan karena tubuh sedang berusaha untuk melepaskan racun ini. Sebaiknya Anda minum banyak air putih sebelum dan sesudah dipijat untuk membersihkan tubuh dari racun dengan lebih cepat.

Jika Anda menginginkan teknik pemijatan yang tidak terlalu intens, Anda bisa mencoba Swedish Massage atau Lomi Lomi. Lomi Lomi adalah teknik pijat dari Hawaii di mana terapis akan meminta Anda untuk berdoa sebelum dipijat untuk memperoleh keseimbangan. Sedangkan pada Swedish Massage, terapi menggunakan sejumlah tekanan (secara superfisial) untuk mencapai otot seperti getaran, tepukan, remasan, usapan, dan gesekan, untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah.

Untuk mengurangi rasa sakit seusai dipijat, Anda bisa mandi dengan air panas atau melakukan sauna. Hal ini akan menjaga agar otot tetap rileks, dan mengeluarkan racun melalui keringat yang dihasilkan saat sauna.

Sumber : kompas.com

» Read More...

Pakai Otak Kanan Dahulu Baru Otak Kiri

Hari-hari tak bisa dipungkiri kalau aktivitas utama ngeblog itu ya menulis. Dan menurut saya menulis itu pekerjaan yang gampang-gampang susah (atau susah-susah gampang). Kalau lagi in the mood alias kebanjiran ide, kita bisa menulis kayak orang kesetanan. Tapi begitu mandek, bisa-bisa sebulan ngak ada nulis postingan.

Mas Jonru dalam bukunya yang berjudul “Menerbitkan Buku Itu Gampang” memberi sebuah tips yang menurut saya oke banget. Gunakan otak kanan dulu, baru otak kiri.

Seperti yang kita ketahui, otak kanan merupakan gudangnya kreativitas dan spontanitas. Sedangkan otak kiri adalah otak yang suka menganalisis dan banyak pertimbangan. Jadi ketika mulai menulis biarkan otak kanan dulu yang bekerja. Jangan menggunakan aturan ini itu, musti gini musti gitu. Tak perlu memperhatikan tata bahasa dan aturannya. Yang penting tulis dulu sampai selesai. Setelah itu istirahatkan otak kanan dan barulah giliran otak kiri yang bekerja. Mulailah memperhatikan tata bahasa yang sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan bacalah keseluruhan tulisan untuk memperhatikan hubungan antar kalimat secara utuh.

Ada sebuah test menarik yang saya ambil dari situs The Daily Telegraph, sebuah test yang menguji otak mana yang sedang Anda gunakan. Coba perhatikan gambar penari di bawah ini. Apakah Anda melihat penari tersebut berputar searah jarum jam? Ataukah malah sebaliknya?

Apabila Anda melihatnya berputar searah jarum jam, berarti Anda lebih banyak menggunakan otak kanan Anda, begitu juga sebaliknya. Nah setelah itu fokus dan cobalah merubah arah putaran untuk memberikan kesempatan kepada bagian lain otak Anda untuk bekerja.
Ayo… Anda mungkin bisa!

» Read More...

Recent Post